Tanggapan terhadap “Mengapa Orang Tertawa pada Humor yang Menjijikkan”

Tanggapan terhadap “Mengapa Orang Tertawa pada Humor yang Menjijikkan

three stooges promos hot larry moe curly

photo credit: www.hollywoodtoday.net/2008

Bahan bacaan mendiskusikan alasan komedi kasar yang menyangkut kematian atau berbau tabu dan isi-isi yang menjijikkan dapat dianggap sebagai hal yang lucu. Berdasarkan prasyarat suatu skenario tidak menyakiti siapapun atau apapun, peneliti berpendapat bahwa hal yang ganjil dan melanggar kebiasaan moral atau sosial selalunya menjadikan orang tertawa. Walaupun melanggar nilai-nilai sosial, tindakan-tindakan yang kasar atau menjijikkan akan diterima sebagai kebiasaan karena mengandungi kelucuan.

Ini mengingatkan saya tentang sebuah kartun Amerika yang dirilis pada beberapa tahun yang lalu, namanya Happy Tree Friends. Walaupun adegannya sederhana dan naif seperti kartun biasa, banyak ciri keras seperti adegan berdarah, kematian, tulang patah dan pemotongan kelapa dimasukkan untuk menghiburkan orang. Kartun ini memang disambut baik diseluruh dunia, meskipun isinya tidak sesuai untuk para penonton kartun biasa, yaitu kanak-kanak. Kartun ini tersebar luas melalui internet ke mana saja di seluruh dunia--penonton bisa langsung menontonnya di Youtube atau mengunduh episode-episodenya dari banyak situs web yang tidak resmi.

Fenomena ini juga bisa menjadi satu contoh baik untuk gagasan-gagasan yang ada di artikel ini: (1) kekerasan bisa menjadi kelucuan kalau adegan menjijikkannya tidak menyakiti orang; (2) Tahap kelucuan sangat tergantung pada tahap isinya melanggar kebiasaan sosial dan moral; (3) skenario keras yang susah atau mustahil ditunjukkan dalam filem bisa disajikan secara kartun, kartun-kartun seperti ini popular karena ia lebih mudah diterima karena para penonton tahu apa yang ada dalamnya tidak nyata; (4) humor biasanya memasukkan humor verbal, yaitu yang berkenaan dengan permainan bahasa dan humor fisik yang disampaikan melalui tindakan- tindakan. Menurut peneliti dalam bahan bacaan, humor verbal sangat sulit untuk menjadi isi yang lucu dalam banyak konteks yang melampaui batas budaya, padahal humor fisik lebih mudah diterima secara komedi lintas budaya karena ia senantiasa mengandung adegan yang bisa dipahami oleh umum tanpa memperdulikan tempat asalnya. Sudah nyata bahwa kartun Happy Tree Friend menjadi sangat popular karena ia menyampaikan humor fisik yang bisa dianggap lucu di banyak tempat yang budaya mereka jauh berbeda antara satu sama lain.

Kartun keras seperti Happy Tree Friends memang menantang pemahaman kartun yang tradisional. Ia menjadi sangat kontroversial karena banyak orang berpikir bahwa kartun ini memberi pengaruh yang negatif kepada kanak-kanak yang belum mampu sendiri menguasai cara untuk mengolah informasi. Apakah kita benar-benar memerlukan hiburan atau kelucuan yang berdasarkan kekerasan seperti ini?

Menurut saya, munculnya kartun keras pada jaman modern ini adalah layak dan pantas. Orang yang bekerja dalam masyarakat yang bergerak cepat perlu hiburan atau humor yang mudah diakses dengan segara. Sementara itu, industri hiburan sudah menjadikan orang lebih susah puas hati tentang isi-isi yang disampaikan oleh komedi biasa. Dengan kata lain, mereka memerlukan perangsang yang lebih luar biasa dan ekstrim, kebetulan kekerasan bisa membantu orang banyak untuk melepas ketegangan. Kartun keras tidak akan memberi citra keras yang bersifat negatif karena para penonton tahu apa yang dilihat itu tidak nyata. Akhirnya, penonton kartun bukan semestinya kanak-kanak, orang dewasa pun memerlukannya untuk hiburan dan nostalgi. Apa yang harus dilakukan adalah semata menjauhkan kanak-kanak dari kekerasan yang berlebihan. Untuk tujuan ini, setiap anggota masyarakat wajib bertanggung jawab.

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2018 by Kankan Xie. 

  • Facebook
  • Black LinkedIn Icon